"Kenapa kalian berubah?!" (Umar ibn Khattab) Tahun 1998, menjelang kejatuhan Soeharto, saya mengenal baik beberapa aktivis mahasiswa Islam dari kalangan jamaah tarbiyah (cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera). Mereka rata-rata adalah anak-anak muda yang bersahaja, cerdas, rendah hati dan sopan. Kala itu, saya ingat masih sempat berkata dalam hati: jika mereka kelak dipilih sebagai pemimpin, pasti rakyat tak akan menyesal. Ternyata saya keliru. Dua belas tahun kemudian, saya bertemu lagi dengan mereka dan mereka telah banyak berubah. Bahwa mereka menjadi wakil rakyat, ramalan saya betul. Tapi sebagai wakil rakyat yang cerdas, rendah hati,sopan, terlebih bersahaja? Itu jauh panggang dari api. Alih-alih bersahaja, mereka kini bergaya bak eksekutif kelas atas lengkap dengan mobil-mobil mewah dan sikap jaim-nya. Sebagai wartawan dan sekaligus teman, saya sempat bertanya soal perubahan gaya hidup ini kepada salah satu dari mereka, mau tahu jawabnya? “Ini demi harga diri Islam, masa...
Coretan-coretan abu aisyah dari berbagai socmed.