Skip to main content

Posts

Showing posts with the label kata-kata mutiara

Dikira dan semuanya mengira

Kita katakan : Jangan baca Al-Qur'an dikuburan, mending dimasjid atau dirumah saja = Dikira melarang baca Al-Qur'an.. Kita katakan : Sholat fardhu lebih baik jama'ah dimasjid, jangan sendiri dirumah = Dikira melarang sholat.. Kita katakan : Baca shalawat gak perlu teriak-teriak, apalagi diiringi musik, itu mirip orang nyanyi-nyanyi.. Apalagi shalawatnya bukan shalawat dari Nabi = Dikira melara ng Baca Shalawat.. Kita katakan : Dzikir gak perlu teriak-teriak, badan goyang-goyang, pakek nari-nari lagi, kepala geleng-geleng. Bukan seperti itu tuntunan dari Nabi = Dikira melarang dzikir.. Kita katakan : Jangan melakukan ritual Tahlilan, Rasulullah tidak mencontohkannya = Dikira melarang baca Tahlil.. Kita katakan : Jangan melakukan maulidan, para sahabat yang lebih cinta Rasulullah saja tidak melakukannya = Dikira tidak cinta Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam.. Kita katakan : Jangan Tawassul dikuburan, bisa jatuh terhadap kesyirikan = Dikira melarang Ziarah kubur.. K...

Anak Korban Kesibukan

Semoga Putra Putrimu Bukan Anak Yatim Korban Kesibukanmu... Seorang penyair berkata : لَيْسَ الْيَتِيْمَ مَنِ انْتَهَى أَبَوَاهُ *** مِنْ هَمِّ الْحَيَاةِ وَخَلَّفَاهُ ذَلِيلْاً Bukanlah anak yatim adalah anak yang kedua orang tuanya telah tiada dan meninggalkannya dalam keadaan hina إِنّٓ الْيٓتِيْمٓ هُوٓ الَّذِي تَلْقٓى لٓهُ *** أُمًّا تَخَلَّتْ أَوْ أَباً مَشْغُوْلاً Akan tetapi anak yatim adalah anak yang kau dapati ibunya tidak memperdulikannya atau ayahnya sibuk tidak mengurusnya

Pemimpin Sejati

Jadi, seorang pemimpin itu bagiannya paling akhir. Sekarang jangan heran, para pemimpin kita makan kenyang sedangkan di sekitar mereka banyak rakyat yang belum kenyang. Islam rahmatan lil 'alamin. Dari statusnya ustadz Muhammad Arifin Baderi hafizhahullah Bermimpi menjadi orang besar yg hebat adalah hal mudah. Bercita2 menjadi seorang pemimpin juga ringan. Mengkritisi pemimpin yg ada, semua orang pasti bisa melakukan. Namun tahukah, bagaimaanakah seharusnya seorang pemimpin sejati yg berjiwa besar? Semoga kisah berikut dapat memberikan sedikit gambaran ttg pemimpin yg sejati. فَجَعَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُبُّ وَأَسْقِيه ِمْ حَتَّى مَا بَقِيَ غَيْرِي، وَغَيْرُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ثُمَّ صَبَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ لِي: «اشْرَبْ»، فَقُلْتُ: لَا أَشْرَبُ حَتَّى تَشْرَبَ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: «إِنَّ سَاقِيَ الْقَوْمِ آخِرُهُمْ شُرْبًا»، قَالَ: فَشَرِبْتُ، وَشَرِبَ رَسُولُ الل...

Ngapain aja?

Kalau kau melihat orang yang fisiknya kurang sempurna dan bisa hafal 30 juz serta memahami berbagai kaidah ilmu agama. Maka engkau akan bertanya, "Selama ini aku ngapain aja?"

Kenapa rakyat tidak puas dan kecewa?

Eric Hoffer memaparkan, “Orang yang kecewa dan tidak puas menjadi pengikut seorang pemimpin bukan karena ia yakin sang pemimpin sedang membawanya ke suatu dunia impian, melainkan lebih karena ia merasa sang pemimpin tersebut sedang menuntunnya menjauhi dirinya sendiri yang dibencinya. Bagi orang ini, penyerahan diri kepada seorang pemimpin bukan merupakan suatu cara untuk mencapai suatu tujuan melainkan cara untuk mencapai suatu kepuasan. Ke mana sang pemimpin membawa dia, itu soal kedua.” (lihat Gerakan Massa, hal. 118)