Skip to main content

Pemimpin Sejati


Jadi, seorang pemimpin itu bagiannya paling akhir. Sekarang jangan heran, para pemimpin kita makan kenyang sedangkan di sekitar mereka banyak rakyat yang belum kenyang. Islam rahmatan lil 'alamin.

Dari statusnya ustadz Muhammad Arifin Baderi hafizhahullah
Bermimpi menjadi orang besar yg hebat adalah hal mudah.
Bercita2 menjadi seorang pemimpin juga ringan.
Mengkritisi pemimpin yg ada, semua orang pasti bisa melakukan.
Namun tahukah, bagaimaanakah seharusnya seorang pemimpin sejati yg berjiwa besar? Semoga kisah berikut dapat memberikan sedikit gambaran ttg pemimpin yg sejati.
فَجَعَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُبُّ وَأَسْقِيهِمْ حَتَّى مَا بَقِيَ غَيْرِي، وَغَيْرُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ثُمَّ صَبَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ لِي: «اشْرَبْ»، فَقُلْتُ: لَا أَشْرَبُ حَتَّى تَشْرَبَ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: «إِنَّ سَاقِيَ الْقَوْمِ آخِرُهُمْ شُرْبًا»، قَالَ: فَشَرِبْتُ، وَشَرِبَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
Suatu hari Abu Qatadah radhiallahu anhu berbagi tugas dng Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, Rasul bertugas menuaangkan air sedangkan Abu Qatadah mempersilahkan/ mengatur para sahabat untuk minum. Hingga pada saatnya tidak lagi tersisa selain aku dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, maka beliau segera menuangkan air lalu berkata kepadaku: silahkan engkau minum. Abu Qatadah menjawab: Ya Rasulullah aku tidak akan minum hingga engkau minum. Namunsungguh mengejutkan, beliau menanggapi ucapan Abu Qatadah dng bersabda: Sejatinya yg bertugas menungkan hendaknya menjadi ORANG YG PALING TERAKHIR MINUM.
Maka Abu Qatadah segera minum dan selanjutnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam minum.

Demikianlah orang yg berjiwa besar dan pemimpin sejati.

Comments

Popular posts from this blog

Hidup adalah Ujian

Barang yang masih ingin hidup di dunia maka berarti dia masih ingin diuji, karena kehidupan tak lepas dari ujian... Barang siapa yg ingin hidup selalu tentram dan senang tanpa ada ujian sama sekali, maka sungguh ia telah mengharapkan kemustahilan..., bahkan pada hakekatnya dia sedang mengharapkan kematian... Ternyata setelah kematian pun di alam kubur dan di padang masyhar masih ada ujian berat yang menanti... Tidak ada peristirahatan yang hakiki kecuali di surga... Sungguh kita semua adalah musafir...dan kita tdk akan berhenti dari safar kita hingga kita sampai pada tujuan terakhir...surga atau neraka... oleh: ustadz Firanda Andirja

Macam-macam Dasar Pemikiran

Orang yang dasar pemikirannya adalah orientalis, maka dia pun akan berpikir secara orientalis.  Orang yang dasar pemikirannya adalah filsafat, maka dia pun akan berpikir secara filsafat.  Orang yang dasar pemikirannya adalah Al Qur'an dan As Sunnah, maka ia pun akan berpikir dengan dasar ini. Ia menganggap sesuatu jelek dan baik dengan pertimbangan Al Qur'an dan As Sunnah. Selain Al Qur'an dan As Sunnah, maka setiap orang akan berpikir "Bagaimana enaknya". Mereka yang berpikir sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah maka mereka akan berpikir "Allah ridho tidak ya? Sesuai dengan Al Qur'an tidak ya? Sudah sesuai dengan sunnah tidak ya? Melanggar perintah Allah tidak ya?"

Perilaku Mahasiswa

Perilaku Mahasiswa: Awal perkuliahan, "Ah, kuliah ini akan menyenangkan" Agak awal-awal, "Bisa dilewatilah hari ini, kan yang penting 80% kehadiran" Pertengahan, "Aduh banyak kegiatan, ijin ama dosen dulu ah" Agak akhir-akhir, "Bro pinjem catetan yang ketinggalan ya" Akhir-akhir, "Harus dateng untuk melengkapi 80% kehadiran" Sebelum Ujian, "Kebut semalam dong" Setelah Ujian, "Pak dosen, plis tambahin dong nilainya masa' segini, atau ada tugas tambahan gitu?" Setelah tahu IPK jeblok, "AARRGGHH, dosennya rese' masa' ndak bisa naikin nilainya sih?"