Skip to main content

Sukses dan Menunggu Ajal

Saudaraku, mungkin saat ini anda sudh menikmati sukses dunia anda. Harta melimpah,rumah megah kendaraan mewah. Andapun tanpa,hitung2 menyantuni kedua orang tua anda.
Dengan sikap anda ini , mungkin anda merasa tlh mampu membalas budi keduanya? 
Ketahuilah saudaraku bahwa segala yg anda lakukan untuk orang tua anda blm mampu menebus kebaikan mereka berdua.
لا يَجْزِي وَلَدٌ وَالِدَهُ، إِلَّا أَنْ يَجِدَهُ مَمْلُوكًا، فَيَشْتَرِيَهُ فَيُعْتِقَهُ
Seorang anak tidak mungkin dapat membalas kebaikan orang tuanya, kecuali bila ia mendapatkan orang tuanya berstatus sbg budak yg diperjual belikan, lalu ia,membelinya dan memerdekakannya. <ahmad dll)
Tahukah anda, mengapa anda tdk akan pernah bisa membalas kebaikan kedua orang tua anda?
Dahulu, mereka merawat anda dengan harapan anda dapat tumbuh kembang, dan menjadi orangyang sholeh berjiwa tangguh dan berguna sehingga dapat menikmati hidup, alias mereka mendampingi anda hidup.
Sedangkan anda merawat kedua orang tua anda dng harapan mengantarkan keduanya untuk menikmati sisa hidupnya alias anda mendampinginya menunggu ajal.


dari status : ustadz Dr. Muhammad Arifin Baderi

Comments

Popular posts from this blog

Hidup adalah Ujian

Barang yang masih ingin hidup di dunia maka berarti dia masih ingin diuji, karena kehidupan tak lepas dari ujian... Barang siapa yg ingin hidup selalu tentram dan senang tanpa ada ujian sama sekali, maka sungguh ia telah mengharapkan kemustahilan..., bahkan pada hakekatnya dia sedang mengharapkan kematian... Ternyata setelah kematian pun di alam kubur dan di padang masyhar masih ada ujian berat yang menanti... Tidak ada peristirahatan yang hakiki kecuali di surga... Sungguh kita semua adalah musafir...dan kita tdk akan berhenti dari safar kita hingga kita sampai pada tujuan terakhir...surga atau neraka... oleh: ustadz Firanda Andirja

Macam-macam Dasar Pemikiran

Orang yang dasar pemikirannya adalah orientalis, maka dia pun akan berpikir secara orientalis.  Orang yang dasar pemikirannya adalah filsafat, maka dia pun akan berpikir secara filsafat.  Orang yang dasar pemikirannya adalah Al Qur'an dan As Sunnah, maka ia pun akan berpikir dengan dasar ini. Ia menganggap sesuatu jelek dan baik dengan pertimbangan Al Qur'an dan As Sunnah. Selain Al Qur'an dan As Sunnah, maka setiap orang akan berpikir "Bagaimana enaknya". Mereka yang berpikir sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah maka mereka akan berpikir "Allah ridho tidak ya? Sesuai dengan Al Qur'an tidak ya? Sudah sesuai dengan sunnah tidak ya? Melanggar perintah Allah tidak ya?"

Perilaku Mahasiswa

Perilaku Mahasiswa: Awal perkuliahan, "Ah, kuliah ini akan menyenangkan" Agak awal-awal, "Bisa dilewatilah hari ini, kan yang penting 80% kehadiran" Pertengahan, "Aduh banyak kegiatan, ijin ama dosen dulu ah" Agak akhir-akhir, "Bro pinjem catetan yang ketinggalan ya" Akhir-akhir, "Harus dateng untuk melengkapi 80% kehadiran" Sebelum Ujian, "Kebut semalam dong" Setelah Ujian, "Pak dosen, plis tambahin dong nilainya masa' segini, atau ada tugas tambahan gitu?" Setelah tahu IPK jeblok, "AARRGGHH, dosennya rese' masa' ndak bisa naikin nilainya sih?"