Skip to main content

Bahas ini lagi bahas ini lagi

Mungkin kalian sering melihat ada komentar seperti ini:
"Bahas maulid lagi, bahas bid'ah lagi, bahas syirik lagi, bahas rukyat hilal lagi. Apa ndak ada bahasan yang lain?"

Maka saya jawab: "Tidak ada yang salah membahas maulidan, membahas bid'ah, membahas syirik, membahas rukyat hilal. Iman manusia itu naik turun, dan ingatan manusia itu kadang lupa, kadang ingat. Maka dengan kita membahas pembahasan ini berulang-ulang akan menancapkan di ingatan kita, dan muroja'ah kembali pembahasan-pembahasan yang kita lupa agar kita ingat terus. Maka dari itulah jangan pernah berkata, 'Saya sudah tahu, ndak usah kamu nasehati'. Sesungguhnya orang yang seperti ini tidak ingin mendapatkan kebaikan, mereka menolak kebaikan. Justru dengan seseorang membacakannya ayat dan hadits, hidayah itu akan tetap di dalam dada mereka, membuka hati, menghapus kejumudan, dan membersihkan hati. Inilah yang disebut sebagai penyucian jiwa. Dan memang agama itu harus diulang dan diulang terus-menerus"

Comments

Popular posts from this blog

Hidup adalah Ujian

Barang yang masih ingin hidup di dunia maka berarti dia masih ingin diuji, karena kehidupan tak lepas dari ujian... Barang siapa yg ingin hidup selalu tentram dan senang tanpa ada ujian sama sekali, maka sungguh ia telah mengharapkan kemustahilan..., bahkan pada hakekatnya dia sedang mengharapkan kematian... Ternyata setelah kematian pun di alam kubur dan di padang masyhar masih ada ujian berat yang menanti... Tidak ada peristirahatan yang hakiki kecuali di surga... Sungguh kita semua adalah musafir...dan kita tdk akan berhenti dari safar kita hingga kita sampai pada tujuan terakhir...surga atau neraka... oleh: ustadz Firanda Andirja

Macam-macam Dasar Pemikiran

Orang yang dasar pemikirannya adalah orientalis, maka dia pun akan berpikir secara orientalis.  Orang yang dasar pemikirannya adalah filsafat, maka dia pun akan berpikir secara filsafat.  Orang yang dasar pemikirannya adalah Al Qur'an dan As Sunnah, maka ia pun akan berpikir dengan dasar ini. Ia menganggap sesuatu jelek dan baik dengan pertimbangan Al Qur'an dan As Sunnah. Selain Al Qur'an dan As Sunnah, maka setiap orang akan berpikir "Bagaimana enaknya". Mereka yang berpikir sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah maka mereka akan berpikir "Allah ridho tidak ya? Sesuai dengan Al Qur'an tidak ya? Sudah sesuai dengan sunnah tidak ya? Melanggar perintah Allah tidak ya?"

Perilaku Mahasiswa

Perilaku Mahasiswa: Awal perkuliahan, "Ah, kuliah ini akan menyenangkan" Agak awal-awal, "Bisa dilewatilah hari ini, kan yang penting 80% kehadiran" Pertengahan, "Aduh banyak kegiatan, ijin ama dosen dulu ah" Agak akhir-akhir, "Bro pinjem catetan yang ketinggalan ya" Akhir-akhir, "Harus dateng untuk melengkapi 80% kehadiran" Sebelum Ujian, "Kebut semalam dong" Setelah Ujian, "Pak dosen, plis tambahin dong nilainya masa' segini, atau ada tugas tambahan gitu?" Setelah tahu IPK jeblok, "AARRGGHH, dosennya rese' masa' ndak bisa naikin nilainya sih?"