Skip to main content

Dikira dan semuanya mengira

Kita katakan : Jangan baca Al-Qur'an dikuburan, mending dimasjid atau dirumah saja = Dikira melarang baca Al-Qur'an..

Kita katakan : Sholat fardhu lebih baik jama'ah dimasjid, jangan sendiri dirumah = Dikira melarang sholat..

Kita katakan : Baca shalawat gak perlu teriak-teriak, apalagi diiringi musik, itu mirip orang nyanyi-nyanyi.. Apalagi shalawatnya bukan shalawat dari Nabi = Dikira melarang Baca Shalawat..

Kita katakan : Dzikir gak perlu teriak-teriak, badan goyang-goyang, pakek nari-nari lagi, kepala geleng-geleng. Bukan seperti itu tuntunan dari Nabi = Dikira melarang dzikir..

Kita katakan : Jangan melakukan ritual Tahlilan, Rasulullah tidak mencontohkannya = Dikira melarang baca Tahlil..

Kita katakan : Jangan melakukan maulidan, para sahabat yang lebih cinta Rasulullah saja tidak melakukannya = Dikira tidak cinta Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam..

Kita katakan : Jangan Tawassul dikuburan, bisa jatuh terhadap kesyirikan = Dikira melarang Ziarah kubur..

Kita katakan : Jangan berbuat syirik = Dikira mengkafirkan..

Kita katakan : Jangan berbuat bid'ah = Dikira menuduh sebagai ahlul bid'ah..

Kita katakan : Jangan taqlid buta pada madzhab tertentu = Dikira anti madzhab, anti ulama', Dst..

Kita katakan : Jangan yasinan, apalagi dikhususkan waktunya, apalagi pahalanya untuk dikirimkan ke mayit = Dikira melarang baca Surat Yasin..

Kita katakan : Allah memerintahkan saling mengingatkan dan menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.. Amar makruf nahi munkar = Dikira memecah belah.

Comments

Popular posts from this blog

Hidup adalah Ujian

Barang yang masih ingin hidup di dunia maka berarti dia masih ingin diuji, karena kehidupan tak lepas dari ujian... Barang siapa yg ingin hidup selalu tentram dan senang tanpa ada ujian sama sekali, maka sungguh ia telah mengharapkan kemustahilan..., bahkan pada hakekatnya dia sedang mengharapkan kematian... Ternyata setelah kematian pun di alam kubur dan di padang masyhar masih ada ujian berat yang menanti... Tidak ada peristirahatan yang hakiki kecuali di surga... Sungguh kita semua adalah musafir...dan kita tdk akan berhenti dari safar kita hingga kita sampai pada tujuan terakhir...surga atau neraka... oleh: ustadz Firanda Andirja

Macam-macam Dasar Pemikiran

Orang yang dasar pemikirannya adalah orientalis, maka dia pun akan berpikir secara orientalis.  Orang yang dasar pemikirannya adalah filsafat, maka dia pun akan berpikir secara filsafat.  Orang yang dasar pemikirannya adalah Al Qur'an dan As Sunnah, maka ia pun akan berpikir dengan dasar ini. Ia menganggap sesuatu jelek dan baik dengan pertimbangan Al Qur'an dan As Sunnah. Selain Al Qur'an dan As Sunnah, maka setiap orang akan berpikir "Bagaimana enaknya". Mereka yang berpikir sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah maka mereka akan berpikir "Allah ridho tidak ya? Sesuai dengan Al Qur'an tidak ya? Sudah sesuai dengan sunnah tidak ya? Melanggar perintah Allah tidak ya?"

Perilaku Mahasiswa

Perilaku Mahasiswa: Awal perkuliahan, "Ah, kuliah ini akan menyenangkan" Agak awal-awal, "Bisa dilewatilah hari ini, kan yang penting 80% kehadiran" Pertengahan, "Aduh banyak kegiatan, ijin ama dosen dulu ah" Agak akhir-akhir, "Bro pinjem catetan yang ketinggalan ya" Akhir-akhir, "Harus dateng untuk melengkapi 80% kehadiran" Sebelum Ujian, "Kebut semalam dong" Setelah Ujian, "Pak dosen, plis tambahin dong nilainya masa' segini, atau ada tugas tambahan gitu?" Setelah tahu IPK jeblok, "AARRGGHH, dosennya rese' masa' ndak bisa naikin nilainya sih?"