Skip to main content

Dialog tentang Di manakah Allah?

Ada 2 orang berdebat tentang "Di mana Allah?". Mereka berdua duduk di kursi. A mengatakan Allah ada di mana-mana, bahkan lebih dekat dari urat leher kita. B mengatakan Allah ada di atas 'Arsy. Diskusi pun dimulai. 
A: "Kita punya dalil yang sama-sama kuat tentang keberadaan Allah"
B: "Tidak, dalil Anda lemah"
A: "Kenapa bisa lemah?"
B: "Berdirilah! anda tak pantas untuk duduk!"
A: "Anda mengusir saya?"
B: "Tidak, bahkan Anda tidak pantas menginjakkan kaki di bumi"
A: "Kenapa begitu?"
B: "Bukankah Anda berkata Allah ada dimana-mana?"
A: "Benar"
B: "Sejatinya saya takut kalau-kalau anda menduduki Allah, atau bahkan menginjak-injak Allah".

~ Ini dialog fiktif. Mencoba menjelaskan sejatinya pemahaman Allah ada di mana-mana itu maksudnya adalah Ilmu Allah ada di mana-mana, bukan Dzat Allah ada di mana-mana.

Comments

Popular posts from this blog

Mengapa Hawa Tercipta Saat Adam Tertidur?

:: Mengapa Hawa Tercipta Saat Adam Tertidur ?? :: Bismillaahirrohmaanirrohiim.. Dikatakan bahwa seorang laki-laki jika kesakitan, maka dia akan membenci. Sebaliknya wanita saat dia kesakitan, maka semakin bertambah sayang dan cintanya. Seandainya Hawa diciptakan dari Adam 'alaihissalam saat Adam terjaga, pastilah Adam akan merasakan sakit keluarnya Hawa dari sulbinya, hingga dia akan membenci Hawa.Akan tetapi Hawa diciptakan dari Adam saat dia tertidur, agar Adam tidak merasakan sakit dan tidak membenci Hawa. Sementara seorang wanita akan melahirkan dalam keadaan terjaga, dia melihat kematian ada dihadapannya, akan tetapi semakin bertambah sayang dan cintanya kepada anak yang dilahirkannya, bahkan dia akan menebusnya dengan kehidupannya. Sesungguhnya Allah menciptakan Hawa dari tulang rusuk bengkok yang tugasnya adalah melindungi Qalbu (jantung, hati nurani). Tugas Hawa adalah menjaga qalbu. Oleh karena itu Hawa diciptakan dari tempat yang nantinya akan berinteraksi dengannya. Seme...

Kenapa harus pakai ana, anta, anti, antum?

Kenapa harus pake ana, anti, anta, antum? Pertama, nggak ada bedanya ketika seseorang bilang elo, gue, situ, you, ai padahal yang bilang "elo" "gue" belum tentu orang betawi. Padahal juga yang bilang "you" "I" belum tentu orang Inggris. Jadi apa ada masalah dengan sebutan ana, anti, anta, antum? Kedua, umat Islam harus bangga dengan bahasa Al Qur'an, yaitu bahasa arab. Lho, berarti ia sinting do ng, masa' bahasanya sendiri ndak bangga. Ya samalah, kenapa juga harus bangga berbahasa Inggris padahal bahasa sendiri juga ndak bangga. Bukan itu poinnya. Al Qur'an memakai bahasa arab, dan TIDAK mungkin bisa memahami kandungan Al Qur'an lebih dalam kecuali dengan bahasa arab. Maka dari itu bahasa arab dianggap sebagai bahasa Al Qur'an. Karena simbol Islam adalah bahasa arab ini, maka tak ada salahnya ketika menyapa orang pake ana, anti, anta, antum, hitung-hitung sebagai belajar. Ya kalau fasih silakan saja pake bahasa arab, tapi ya ...

Macam-macam Dasar Pemikiran

Orang yang dasar pemikirannya adalah orientalis, maka dia pun akan berpikir secara orientalis.  Orang yang dasar pemikirannya adalah filsafat, maka dia pun akan berpikir secara filsafat.  Orang yang dasar pemikirannya adalah Al Qur'an dan As Sunnah, maka ia pun akan berpikir dengan dasar ini. Ia menganggap sesuatu jelek dan baik dengan pertimbangan Al Qur'an dan As Sunnah. Selain Al Qur'an dan As Sunnah, maka setiap orang akan berpikir "Bagaimana enaknya". Mereka yang berpikir sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah maka mereka akan berpikir "Allah ridho tidak ya? Sesuai dengan Al Qur'an tidak ya? Sudah sesuai dengan sunnah tidak ya? Melanggar perintah Allah tidak ya?"