Skip to main content

Shalawat Nariyah

Shalawat Nariyah

Di surau sana terdengar lantunan shalawat..
Suaranya merdu dan nadanya sendu..
Ushollii sholaatan kaamilatan..
Wa usholli salaaman taamman..
'Alaa sayyidina Muhammad..
Alladzii tanhallu bil 'uqodu..
Wa tanfariju bihil kurobu..
Wa tuqdlo bihil hawaiju..
Wa tunaalu bihir Raghaibu..

Hatiku miris..
Lisanku berucap laa ilahaa illallah..
Kesyirikan apa ini..
Katanya Nabi Muhammad bisa memutuskan semua ikatan..
Bisa menghilangkan kesusahan..
Bisa memenuhi kebutuhan..
Dengan beliau bisa meraih yang kita inginkan..

Maha suci Allah..
Tak berhak makhluk disifati dengan sifat ilah..
Setinggi apapun derajatnya..
Seakan firman Allah telah hilang..
قل لا أملك لنفسي نفعا ولا ضرإ إلا ما شاء الله
"Katakan, aku tidak dapat memiliki untuk diriku manfaat dan mudlarat kecuali apa yang Allah kehendaki." (Al A'raf: 188).

Nabi atau wali..
Manusia biasa yang tak dapat memberi manfaat dan mudlarat..
Kita meyakini akan ketinggian derajat mereka..
Kita pun mencintai mereka dengan sepenuh hati..
Namun bukan cinta yang berlebihan..
Dengan menyamakan mereka dengan pencipta alam..
Laa ilaaha illallah..

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengingatkan..
لا تطروني كما أطرت النصارى عيسى بن مريم
"Janganlah berlebihan memujiku..
Seperti kaum Nashrani memuji Isa bin Maryam."


Dari status ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc.

Comments

Popular posts from this blog

Hidup adalah Ujian

Barang yang masih ingin hidup di dunia maka berarti dia masih ingin diuji, karena kehidupan tak lepas dari ujian... Barang siapa yg ingin hidup selalu tentram dan senang tanpa ada ujian sama sekali, maka sungguh ia telah mengharapkan kemustahilan..., bahkan pada hakekatnya dia sedang mengharapkan kematian... Ternyata setelah kematian pun di alam kubur dan di padang masyhar masih ada ujian berat yang menanti... Tidak ada peristirahatan yang hakiki kecuali di surga... Sungguh kita semua adalah musafir...dan kita tdk akan berhenti dari safar kita hingga kita sampai pada tujuan terakhir...surga atau neraka... oleh: ustadz Firanda Andirja

Macam-macam Dasar Pemikiran

Orang yang dasar pemikirannya adalah orientalis, maka dia pun akan berpikir secara orientalis.  Orang yang dasar pemikirannya adalah filsafat, maka dia pun akan berpikir secara filsafat.  Orang yang dasar pemikirannya adalah Al Qur'an dan As Sunnah, maka ia pun akan berpikir dengan dasar ini. Ia menganggap sesuatu jelek dan baik dengan pertimbangan Al Qur'an dan As Sunnah. Selain Al Qur'an dan As Sunnah, maka setiap orang akan berpikir "Bagaimana enaknya". Mereka yang berpikir sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah maka mereka akan berpikir "Allah ridho tidak ya? Sesuai dengan Al Qur'an tidak ya? Sudah sesuai dengan sunnah tidak ya? Melanggar perintah Allah tidak ya?"

Perilaku Mahasiswa

Perilaku Mahasiswa: Awal perkuliahan, "Ah, kuliah ini akan menyenangkan" Agak awal-awal, "Bisa dilewatilah hari ini, kan yang penting 80% kehadiran" Pertengahan, "Aduh banyak kegiatan, ijin ama dosen dulu ah" Agak akhir-akhir, "Bro pinjem catetan yang ketinggalan ya" Akhir-akhir, "Harus dateng untuk melengkapi 80% kehadiran" Sebelum Ujian, "Kebut semalam dong" Setelah Ujian, "Pak dosen, plis tambahin dong nilainya masa' segini, atau ada tugas tambahan gitu?" Setelah tahu IPK jeblok, "AARRGGHH, dosennya rese' masa' ndak bisa naikin nilainya sih?"