Kalau soal ruqyah, pernah suatu ketika Aisyah tiba-tiba nangis tanpa sebab. Disuruh diam tidak mau, bahkan badannya panas. Saat itu kami masih tinggal di sebuah kontrakan. Nah, kontrakannya itu adalah milik seorang ibu-ibu yang katanya suka banget pake jimat-jimat dan dukun-dukun. Akhirnya, saya pun merasa ada yang tidak beres dengan rumah ini, karena suasananya sangat suram. Awalnya saya tidak ta hu tabiat dari yang punya kontrakan ini, jadilah saya malam itu sendirian gerilya, memeriksa seluruh sudut rumah. Akhirnya ditemukanlah rajah-rajah, jimat-jimat yang digantung yang isinya entah huruf arab ndak jelas. Kemudian juga gulungan-gulungan kecil yang di dalamnya ada tulang-tulang kecil dan gigi macan. Saya pun berinisiatif untuk membakarnya. Dan memohon perlindungan kepada Allah. Membaca kalimat tauhid dan berlindung kepada Allah dengan kalimat sempurna. Setelah itu saya bakar jimat-jimat itu dan abunya disebar. Nah, setelah inilah baru kerasa sesuatu. Memang rumah kontrakan kesurama...