Skip to main content

Jangan mengkafirkan saudaramu

Pemutusan/vonis fulan kafir, bukan hak setiap individu. Mentahdzir seseorang karena kesesatannya itu adalah hak ulil amri. Hak seorang ulama. Dan itu dilakukan setelah ditegakkan hujjah atasnya. Seseorang thulab yang tidak mengetahui hakekat ini akan mengakibatkan kekacauan di antara sesama muslim, terjadi tajasus, terjadi ghibah, terjadi permusuhan di antara di dalam hati setiap muslim. 

Maka dari itulah DILARANG MEMVONIS SEORANG MUSLIM DENGAN SEBUTAN "KAMU KAFIR" atau "KAMU AHLI BID'AH", sebelum hujjah ditegakkan kepada mereka. Dan yang boleh memvonis hanyalah orang yang punya kekuasaan yang suaranya didengar oleh seluruh umat. Sayangnya ini tidak dilakukan oleh para tersangka terorisme dan yang sefaham dengan mereka. Mereka menganggap vonis itu boleh2 saja karena para ulama yang melakukan. Iya mereka ulama, Anda siapa?

Comments

Popular posts from this blog

Hidup adalah Ujian

Barang yang masih ingin hidup di dunia maka berarti dia masih ingin diuji, karena kehidupan tak lepas dari ujian... Barang siapa yg ingin hidup selalu tentram dan senang tanpa ada ujian sama sekali, maka sungguh ia telah mengharapkan kemustahilan..., bahkan pada hakekatnya dia sedang mengharapkan kematian... Ternyata setelah kematian pun di alam kubur dan di padang masyhar masih ada ujian berat yang menanti... Tidak ada peristirahatan yang hakiki kecuali di surga... Sungguh kita semua adalah musafir...dan kita tdk akan berhenti dari safar kita hingga kita sampai pada tujuan terakhir...surga atau neraka... oleh: ustadz Firanda Andirja

Macam-macam Dasar Pemikiran

Orang yang dasar pemikirannya adalah orientalis, maka dia pun akan berpikir secara orientalis.  Orang yang dasar pemikirannya adalah filsafat, maka dia pun akan berpikir secara filsafat.  Orang yang dasar pemikirannya adalah Al Qur'an dan As Sunnah, maka ia pun akan berpikir dengan dasar ini. Ia menganggap sesuatu jelek dan baik dengan pertimbangan Al Qur'an dan As Sunnah. Selain Al Qur'an dan As Sunnah, maka setiap orang akan berpikir "Bagaimana enaknya". Mereka yang berpikir sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah maka mereka akan berpikir "Allah ridho tidak ya? Sesuai dengan Al Qur'an tidak ya? Sudah sesuai dengan sunnah tidak ya? Melanggar perintah Allah tidak ya?"

Perilaku Mahasiswa

Perilaku Mahasiswa: Awal perkuliahan, "Ah, kuliah ini akan menyenangkan" Agak awal-awal, "Bisa dilewatilah hari ini, kan yang penting 80% kehadiran" Pertengahan, "Aduh banyak kegiatan, ijin ama dosen dulu ah" Agak akhir-akhir, "Bro pinjem catetan yang ketinggalan ya" Akhir-akhir, "Harus dateng untuk melengkapi 80% kehadiran" Sebelum Ujian, "Kebut semalam dong" Setelah Ujian, "Pak dosen, plis tambahin dong nilainya masa' segini, atau ada tugas tambahan gitu?" Setelah tahu IPK jeblok, "AARRGGHH, dosennya rese' masa' ndak bisa naikin nilainya sih?"