Skip to main content

Seseorang Diwafatkan atas Apa yang Ia Cintai

Seseorang itu diwafatkan diatas apa yang dicintainya !

salah seorang Syaikh menceritakan sebuah kisah yang mengharukan :

suatu saat aku mengisi kajian di sebuah masjid di kota fulan, datanglah imam masjid tersebut dan berkata : wahai Syaikh ! di kota ini, tepatnya 2 pekan yang lalu, telah terjadi suatu peristiwa yang sangat menakjubkan, aku balik bertanya : peritiwa apa yang terjadi ya akhi ? maka Imam Masjid tersebut mulai bercerita : kami mendengar ada seorang pemuda yang tertabrak kereta api saat melintas di rel kereta api maka aku langsung pergi ke tempat kejadian tersebut dan aku dapatkan pemuda tersebut dalam keadaan sangat kritis, ususnya berhamburan keluar dari perutnya dan tangan kirinya juga telah putus !

maka aku berkata kepadanya : wahai anakku ! ucapkan kalimat laa ilaaha illa Allah ! lalu pemuda itu memandang kepadaku, aku pun mengulang kembali perkataanku, wahai anakku ucapkan kalimat laa ilaaha illa Allah ! maka pemuda tersebut berkata : laa ilaaha illa Allahu kemudian nafasnya terhenti dan meninggal ! lalu aku berusaha mencari kartu identitsnya di salah satu kantong di bajunya untuk mengetahui nama dan alamatnya !

tiba-tiba aku dikejutkan dengan sebuah salib ditangannya ! ternyata pemuda ini seorang nashrani ! maka imam Masjid tadi berkata : kita akan pergi ke rumah pemuda tersebut untuk menyampaikan kisah ini kepada keluarganya, semoga bisa menjadi pelajaran bagi mereka !
maka kami bersama dengan kaum muslimin yang lainnya, sekitar kurang lebih 2000 orang, berangkat menuju rumah keluarga pemuda tersebut untuk berta’ziah dan mengabarkan tentang keadaannya sebelum meninggal, ketika kami sampai di rumahnya, bapak pemuda tersebut berkata : sungguh anakku senang sekali mendengarkan Al-Qur’an dan berkehendak masuk Islam akan tetapi aku selalu melarangnya ! maka kami pun bertakbir dan mengatakan : sungguh Allah telah memberikan taufiq kepadanya ketika melihat kejujurannya !

hikmah dari peristiwa ini adalah :

ketika seseorang jujur dengan Allah dan mengikhlaskan niyat hanya kepada-Nya maka Allah akan memberikan taufiq sesuai dengan apa yang diinginkan dan dicintainya ! Nabi kita yang mulia telah bersabda yang artinya : barang siapa mencintai sesuatu maka ia akan diwafatkan diatasnya !

wahai saudaraku ! kembalilah kepada Allah dan bertanyalah kepada dirimu sendiri ! amal perbuatan apa yang paling engkau cintai ? apakah amal tersebut mendekatkan dirimu kepada Allah dan menjauhkanmu dari neraka atau malah sebaliknya, menjauhkan dirimu dari Allah dan mendekatkanmu kepada neraka ?

kita hanya bisa memohon kepada Allah husnul-khotimah, pungkasan yang terbaik bagi kehidupan kita di dunia sebelum di akherat !


oleh: Muh Nurhuda

Comments

Popular posts from this blog

Hidup adalah Ujian

Barang yang masih ingin hidup di dunia maka berarti dia masih ingin diuji, karena kehidupan tak lepas dari ujian... Barang siapa yg ingin hidup selalu tentram dan senang tanpa ada ujian sama sekali, maka sungguh ia telah mengharapkan kemustahilan..., bahkan pada hakekatnya dia sedang mengharapkan kematian... Ternyata setelah kematian pun di alam kubur dan di padang masyhar masih ada ujian berat yang menanti... Tidak ada peristirahatan yang hakiki kecuali di surga... Sungguh kita semua adalah musafir...dan kita tdk akan berhenti dari safar kita hingga kita sampai pada tujuan terakhir...surga atau neraka... oleh: ustadz Firanda Andirja

Macam-macam Dasar Pemikiran

Orang yang dasar pemikirannya adalah orientalis, maka dia pun akan berpikir secara orientalis.  Orang yang dasar pemikirannya adalah filsafat, maka dia pun akan berpikir secara filsafat.  Orang yang dasar pemikirannya adalah Al Qur'an dan As Sunnah, maka ia pun akan berpikir dengan dasar ini. Ia menganggap sesuatu jelek dan baik dengan pertimbangan Al Qur'an dan As Sunnah. Selain Al Qur'an dan As Sunnah, maka setiap orang akan berpikir "Bagaimana enaknya". Mereka yang berpikir sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah maka mereka akan berpikir "Allah ridho tidak ya? Sesuai dengan Al Qur'an tidak ya? Sudah sesuai dengan sunnah tidak ya? Melanggar perintah Allah tidak ya?"

Perilaku Mahasiswa

Perilaku Mahasiswa: Awal perkuliahan, "Ah, kuliah ini akan menyenangkan" Agak awal-awal, "Bisa dilewatilah hari ini, kan yang penting 80% kehadiran" Pertengahan, "Aduh banyak kegiatan, ijin ama dosen dulu ah" Agak akhir-akhir, "Bro pinjem catetan yang ketinggalan ya" Akhir-akhir, "Harus dateng untuk melengkapi 80% kehadiran" Sebelum Ujian, "Kebut semalam dong" Setelah Ujian, "Pak dosen, plis tambahin dong nilainya masa' segini, atau ada tugas tambahan gitu?" Setelah tahu IPK jeblok, "AARRGGHH, dosennya rese' masa' ndak bisa naikin nilainya sih?"