Skip to main content

Berlebih-lebihan dalam makanan

Memang makanan-makanan haram itu berdampak buruk baik bagi jasmani dan rohani. Namun makanan-makanan yang halal pun berdampak buruk bagi jasmani kalau kita terlalu berlebihan memakannya. 

Sebagai contohnya adalah makanan-makanan yang berlemak dan mengandung protein tinggi. Kalau kita terlalu banyak memakannya maka lemak itu akan menumpuk di dalam tubuh dan mempengaruhi tubuh sehingga terjadi yang namanya darah tinggi, kolesterol dan lain-lain. Kita tidak bisa pungkiri hal ini. Contoh lain adalah kita memakan makanan-makanan yang mengandung vitamin tertentu dan karena kita terlalu banyak makan-makanan itu sehingga vitamin2 lain yang dibutuhkan oleh tubuh terabaikan. Ini pun akan menimbulkan penyakit.

Pantangan makanan bagi orang yang menderita penyakit seperti darah tinggi yaitu daging kambing atau daging sapi. Dan bagi mereka yang punya penyakit gula, tidak boleh makan makanan yang terlalu banyak mengandung gula. Demikian juga yang asam urat, sangat pantang untuk makan kacang-kacangan, udang, daging dll. Bukankah makanan-makanan itu halal?

Janganlah mengambil kesimpulan terlalu awal bahwa SEGALA penyakit itu PASTI karena makanan yang haram. Bisa jadi juga karena kita yang tidak bisa mengontrol pola makan.

Comments

Popular posts from this blog

Hidup adalah Ujian

Barang yang masih ingin hidup di dunia maka berarti dia masih ingin diuji, karena kehidupan tak lepas dari ujian... Barang siapa yg ingin hidup selalu tentram dan senang tanpa ada ujian sama sekali, maka sungguh ia telah mengharapkan kemustahilan..., bahkan pada hakekatnya dia sedang mengharapkan kematian... Ternyata setelah kematian pun di alam kubur dan di padang masyhar masih ada ujian berat yang menanti... Tidak ada peristirahatan yang hakiki kecuali di surga... Sungguh kita semua adalah musafir...dan kita tdk akan berhenti dari safar kita hingga kita sampai pada tujuan terakhir...surga atau neraka... oleh: ustadz Firanda Andirja

Macam-macam Dasar Pemikiran

Orang yang dasar pemikirannya adalah orientalis, maka dia pun akan berpikir secara orientalis.  Orang yang dasar pemikirannya adalah filsafat, maka dia pun akan berpikir secara filsafat.  Orang yang dasar pemikirannya adalah Al Qur'an dan As Sunnah, maka ia pun akan berpikir dengan dasar ini. Ia menganggap sesuatu jelek dan baik dengan pertimbangan Al Qur'an dan As Sunnah. Selain Al Qur'an dan As Sunnah, maka setiap orang akan berpikir "Bagaimana enaknya". Mereka yang berpikir sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah maka mereka akan berpikir "Allah ridho tidak ya? Sesuai dengan Al Qur'an tidak ya? Sudah sesuai dengan sunnah tidak ya? Melanggar perintah Allah tidak ya?"

Perilaku Mahasiswa

Perilaku Mahasiswa: Awal perkuliahan, "Ah, kuliah ini akan menyenangkan" Agak awal-awal, "Bisa dilewatilah hari ini, kan yang penting 80% kehadiran" Pertengahan, "Aduh banyak kegiatan, ijin ama dosen dulu ah" Agak akhir-akhir, "Bro pinjem catetan yang ketinggalan ya" Akhir-akhir, "Harus dateng untuk melengkapi 80% kehadiran" Sebelum Ujian, "Kebut semalam dong" Setelah Ujian, "Pak dosen, plis tambahin dong nilainya masa' segini, atau ada tugas tambahan gitu?" Setelah tahu IPK jeblok, "AARRGGHH, dosennya rese' masa' ndak bisa naikin nilainya sih?"