Skip to main content

Para TKI menghadiri Khutbah Jumat Syaikh Sholih Al Fauzan

Para TKI menghadiri Khutbah Jumat Syaikh Sholih Al Fauzan

Kesan positif dari para TKI yang kami bimbing di Maktab Jaliyat (Islamic Center) Bathaa saat shalat Jumat hari ini. Mereka diajak untuk melaksanakan shalat Jumat di Masjid Jaami Mat'ab di Malaz Riyadh KSA. Mereka begitu tertarik sekali dengan khutbah Syaikh Sholih Al Fauzan yang kala itu membahas kalimat Laa ilaha illallah tidak cukup di lisan tapi harus dipahami makna dan dijalankan konsekuensinya. Padahal para TKI adl orang awam dan kurang begitu mendalam memahami bahasa Arab fushah. Karena penjelasan Syaikh mudah dengan kosakata yang sederhana apalagi membahas masalah tauhid, jadinya mereka pun sedikit-sedikit dapat memahami. Sampai-sampai mereka ingin setiap Jumat ke masjid beliau untuk mendengar khutbah. Juga ada yang sudah niatan mau ikut durus harian beliau.

Pelajaran penting dari sini:
1- Kenalkanlah para ulama dan ustadz kepada orang awam supaya mereka tertarik belajar Islam
2- Sampaikanlah dakwah dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti orang awam.
3- Utamakan dakwah akidah dan jadikan prioitas utama.

By: Muhammad Abduh Tuasikal
Riyadh KSA, 22 Shafar 1434 H

Share dari statusnya Muhammad Abduh Tausikal 

Comments

Popular posts from this blog

Hidup adalah Ujian

Barang yang masih ingin hidup di dunia maka berarti dia masih ingin diuji, karena kehidupan tak lepas dari ujian... Barang siapa yg ingin hidup selalu tentram dan senang tanpa ada ujian sama sekali, maka sungguh ia telah mengharapkan kemustahilan..., bahkan pada hakekatnya dia sedang mengharapkan kematian... Ternyata setelah kematian pun di alam kubur dan di padang masyhar masih ada ujian berat yang menanti... Tidak ada peristirahatan yang hakiki kecuali di surga... Sungguh kita semua adalah musafir...dan kita tdk akan berhenti dari safar kita hingga kita sampai pada tujuan terakhir...surga atau neraka... oleh: ustadz Firanda Andirja

Macam-macam Dasar Pemikiran

Orang yang dasar pemikirannya adalah orientalis, maka dia pun akan berpikir secara orientalis.  Orang yang dasar pemikirannya adalah filsafat, maka dia pun akan berpikir secara filsafat.  Orang yang dasar pemikirannya adalah Al Qur'an dan As Sunnah, maka ia pun akan berpikir dengan dasar ini. Ia menganggap sesuatu jelek dan baik dengan pertimbangan Al Qur'an dan As Sunnah. Selain Al Qur'an dan As Sunnah, maka setiap orang akan berpikir "Bagaimana enaknya". Mereka yang berpikir sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah maka mereka akan berpikir "Allah ridho tidak ya? Sesuai dengan Al Qur'an tidak ya? Sudah sesuai dengan sunnah tidak ya? Melanggar perintah Allah tidak ya?"

Perilaku Mahasiswa

Perilaku Mahasiswa: Awal perkuliahan, "Ah, kuliah ini akan menyenangkan" Agak awal-awal, "Bisa dilewatilah hari ini, kan yang penting 80% kehadiran" Pertengahan, "Aduh banyak kegiatan, ijin ama dosen dulu ah" Agak akhir-akhir, "Bro pinjem catetan yang ketinggalan ya" Akhir-akhir, "Harus dateng untuk melengkapi 80% kehadiran" Sebelum Ujian, "Kebut semalam dong" Setelah Ujian, "Pak dosen, plis tambahin dong nilainya masa' segini, atau ada tugas tambahan gitu?" Setelah tahu IPK jeblok, "AARRGGHH, dosennya rese' masa' ndak bisa naikin nilainya sih?"