Skip to main content

Heran

Saya dulu sempat heran, ada seorang yang ingin membersihkan jiwanya dan mendekatkan diri kepada Allah. Dulu saya punya teman, ia ingin pakai jilbab tapi oleh orang tuanya dilarang, dengan berbagai alasan. Misalnya Ndak laku jodoh, ndak bisa buat kerja dan lain sebagainya. 

Saya kasihan karena ndak ada teman-temannya yang menolong. Apalagi saya, apa yang bisa saya lakukan wong ia akhwat. Permasalahannya adalah dia punya teman-2 akhwat yang agamanya lebih baik dan SEHARUSNYA bisa menolong teman saya itu. 

Dan sayangnya juga teman saya itu pun NYERAH kepada keputusan orang tua dan lebih memilih untuk bermaksiat kepada Allah. Dilepaslah jilbabnya. 

Kalau ada ortu yang melarang anaknya berjilbab, maka SAYA MENGAJAK para akhwat UNTUK MEMPERTAHANKAN IDEALISME-nya. Bahkan kalau ortu sampai mengusirmu, menganggapmu bukan anaknya, tetap berbuat baiklah kepada mereka, tapi PERTAHANKAN IDEALISME-mu. Islam itu harga mati. Mereka PASTI akan luluh suatu saat nanti kalau IDEALISME Islam itu tetap kau pegang. Karena "Tidak ADA keta'atan untuk bermaksiat kepada sang Khaliq".

Comments

Popular posts from this blog

Hidup adalah Ujian

Barang yang masih ingin hidup di dunia maka berarti dia masih ingin diuji, karena kehidupan tak lepas dari ujian... Barang siapa yg ingin hidup selalu tentram dan senang tanpa ada ujian sama sekali, maka sungguh ia telah mengharapkan kemustahilan..., bahkan pada hakekatnya dia sedang mengharapkan kematian... Ternyata setelah kematian pun di alam kubur dan di padang masyhar masih ada ujian berat yang menanti... Tidak ada peristirahatan yang hakiki kecuali di surga... Sungguh kita semua adalah musafir...dan kita tdk akan berhenti dari safar kita hingga kita sampai pada tujuan terakhir...surga atau neraka... oleh: ustadz Firanda Andirja

Macam-macam Dasar Pemikiran

Orang yang dasar pemikirannya adalah orientalis, maka dia pun akan berpikir secara orientalis.  Orang yang dasar pemikirannya adalah filsafat, maka dia pun akan berpikir secara filsafat.  Orang yang dasar pemikirannya adalah Al Qur'an dan As Sunnah, maka ia pun akan berpikir dengan dasar ini. Ia menganggap sesuatu jelek dan baik dengan pertimbangan Al Qur'an dan As Sunnah. Selain Al Qur'an dan As Sunnah, maka setiap orang akan berpikir "Bagaimana enaknya". Mereka yang berpikir sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah maka mereka akan berpikir "Allah ridho tidak ya? Sesuai dengan Al Qur'an tidak ya? Sudah sesuai dengan sunnah tidak ya? Melanggar perintah Allah tidak ya?"

Perilaku Mahasiswa

Perilaku Mahasiswa: Awal perkuliahan, "Ah, kuliah ini akan menyenangkan" Agak awal-awal, "Bisa dilewatilah hari ini, kan yang penting 80% kehadiran" Pertengahan, "Aduh banyak kegiatan, ijin ama dosen dulu ah" Agak akhir-akhir, "Bro pinjem catetan yang ketinggalan ya" Akhir-akhir, "Harus dateng untuk melengkapi 80% kehadiran" Sebelum Ujian, "Kebut semalam dong" Setelah Ujian, "Pak dosen, plis tambahin dong nilainya masa' segini, atau ada tugas tambahan gitu?" Setelah tahu IPK jeblok, "AARRGGHH, dosennya rese' masa' ndak bisa naikin nilainya sih?"